Blog

BANJARNEGARA, SATELITPOST-Promosi yang cerdas, dibutuhkan untuk meningkatkan jumlah pengunjung ke sejumlah desa wisata yang ada di Banjarnegara.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara, Dwi Suryanto mengatakan, selain strategi, desa wisata juga perlu melakukan promosi bersama sebagai penguatan pemasaran. Cara ini dinilai lebih efektif, ketimbang promosi sendiri-sendiri.

“Para pengelola hendaknya memiliki paket promosi bersama, sehingga nilai jual desa wisata bisa lebih meningkat. Selain itu, dengan promosi bersama bakal menghemat biaya dan tepat sasaran. Calon wisatawan juga akan dengan mudah memilih, sebelum melakukan kunjungan,” katanya, Kamis (13/9).

Dengan strategi yang cerdas ditunjang kebersamaan berpromosi, tentunya akan membuat wisatawan lebih tertarik mengunjungi dan menginap di desa-desa wisata di Banjarnegara.

“Jadi tidak hanya satu tujuan, tetapi banyak pilihan. Wisatawan yang berkunjung, harus memiliki kenangan dan pengalaman hidup di alam perdesaan. Nantinya kenangan ini akan dibawa pulang dan diceritakan kepada teman dan keluarga mereka,” katanya.

Menurutnya, di Banjarnegara banyak desa wisata yang baru mengandalkan keindahan alamnya saja. Padahal, masih dapat dikembangkan lagi dengan pariwisata berbasis potensi lokal.

Setiap wilayah, tentu memiliki kultur dan budaya berbeda dan hal itu menjadi daya tarik untuk menarik minat wisatawan agar bisa berlama-lama tinggal di desa wisata.

“Selama menginap, wisatawan harus disuguhi atraksi seni dan budaya lokal yang atraktif sekaligus memberi edukasi. Dengan demikian, desa wisata bakal selalu dikunjungi,” katanya.

Suguhan seni dan budaya lokal yang digarap dengan baik, diharapkan dapat menjadi atraksi menarik bagi wisatawan.

Selain itu, atraksi seni budaya lokal juga bakal membantu kelangsungan hidup kegiatan berkesenian di desa wisata setempat.

“Perlu keseriusan untuk mengembangkan dan melestarikan kegiatan seni dan budaya setempat, agar mampu menjadi atraksi wisata di desa/kampung wisata. Contoh saja, memanfaatkan momentum 1 muharam pengelola desa wisata sudah mempersiapkan event atau gelaran budaya khas, sehingga obyek wisata tersebut lebih hidup dan diminati wisatawan,” katanya. (adv/maula@satelitpost.com)

Sumber Berita : www.satelitpost.com

Tinggalkan Balasan