Blog

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA – Malam 1 Muharram atau Sura biasa dirayakan masyarakat dengan berbagai cara.

Masyarakat di Kampoeng Kitiran Desa Wisata Pagak Kecamatan Purwareja Klampok Banjarnegara punya cara tersendiri untuk memeriahkan malam 1 Sura.

Warga akan menyajijan Gelaran Hening Gendhing Tengah Sawah mulai Senin siang (10/9) hingga malam 1 Sura.
Masyarakat Desa Pagak yang masih melestarikan budaya agraris menjadikan momentum 1 Sura untuk mensyukuri nikmat Tuhan atas hasil bumi yang melimpah.

Terlebih, masyarakat saat ini tengah menikmati hasil panen padi yang menjadi ladang rizki mereka selama ini.

“Gelaran ini sebagai wujud rasa syukur masyarakat Desa Pagak kepada Allah, dengan limpahan rahmat berupa hasil pertanian sawah dan perkebunan, serta peternakan dan perikanan,”kata Ketua Panitia Gendingan Sidin, Rabu (5/9)

Sidin mengatakan, perhelatan gendingan yang merupakan bagian dari seni tradional Jawa sekaligus untuk nguri-nguri budaya lokal dalam peringatan 1 Sura.

Uniknya, gendingan akan dilaksanakan di tengan hamparan sawah. Dengan begitu, gelaran musik tradisional itu akan terasa kental dengan budaya agraris.

Sebelum kegiatan inti Hening Gendhing Tengah Sawah dimulai, masyarakat akan lebih dulu ziarah dan membersihkan makam sesepuh desa.

Prosesi selanjutnya yang tak kalah sakral adalah sesuci pusaka desa sebelum dilakukan kirab.

“Ada juga kegiatan Golong, Gluntang Kentong, dan Gendingan Di Tengah Sawah Rawa Lutung Desa Pagak,”katanya.

Peserta gendingan bukan hanya dari warga lokal desa Pagak, namun juga mengundang peserta dari desa sekitar hingga Kabupaten tetangga semisal Purbalingga dan Banyumas.

Desa Pagak terletak di sisi barat Kabupaten Banjarnegara sehingga mudah diangkau dari Kabupaten tetangga tersebut.

Panitia tidak memungut biaya bagi setiap peserta yang unjuk kebolehan “nggending”.

Pengelola Desa Wisata Pagak Pradikta Dimas mengatakan, gending mengakrabkan masyarakat dengan alam yang selama ini hidup berdampingan.

Masyarakat dengan demikian bisa menghargai hak alam yang telah melahirkan keberkahan kepada mereka berupa hasil bumi.

“Potensi alam juga menjadi kekuatan untuk memajukan desa dan kesejahteraan masyarakat di dalamnya,”katanya. (*)

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Mengintip Ritual Gendingan Warga Desa Pagak Banjarnegara Sambut Malam 1 Suro, http://jateng.tribunnews.com/2018/09/05/mengintip-ritual-gendingan-warga-desa-pagak-banjarnegara-sambut-malam-1-suro?page=1.

Editor: Catur waskito Edy

Tinggalkan Balasan